Update Corona Bali 2 Juni: Positif 487, Sembuh 342 dan Meninggal 5 Kasus

Denpasar, Nuswantara Bali – Pemerintah Provinsi Bali, melalui Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Dewa Made Indra, menyampaikan perkembangan penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) di Provinsi Bali melalui rilis pers yang diterima Nuswantara di Denpasar, Selasa (2/6).

Dewa Indra mengatakan jumlah kumulatif pasien positif 487 orang, bertambah 5 orang WNI, terdiri dari 1 orang Imported Case (Indonesia) dan 4 orang Transmisi Lokal. Sedangkan jumlah pasien yang telah sembuh sejumlah 342 orang, bertambah 8 orang WNI terdiri dari 6 orang PMI dan 2 orang Transmisi lokal.

Kata dia, umlah pasien yang meninggal sejumlah 5 orang, 2 orang WNA 3 orang WNI. “Jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) 140 orang yang berada di 8 rumah sakit dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT RS Nyitdah dan BPK Pering,” kata Dewa Indra.

Ditambahkannya, jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh imported case, untuk transmisi lokal komulatif sejumlah 217 Orang. “Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan COVID-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya. Untuk itu, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini,” imbaunya.

Transmisi lokal COVID-19 di Bali memperlihatkan kecenderungan meningkat beberapa hari terakhir, ia meminta kepada seluruh warga masyarakat, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh politik, dan semua elemen masyarakat untuk bersatu padu menguatkan disiplin dalam penerapan protokol pencegahan COVID-19 yakni selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menghindari keramaian, melaksanakan etika batuk/bersin, melakukan penyemprotan disinfektan pada tempat yang tepat, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh kita. “Semakin kita disiplin dalam pelaksanaan pencegahan ini maka transmisi lokal penyebaran COVID-19 pasti bisa kita hentikan,” terangnya.

“Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, kami minta semua elemen masyarakat membantu dan bekerjasama dengan petugas survailans dinas kesehatan dalam melaksanakan tracing contact untuk menemukan siapapun yg pernah kontak dekat dengan orang yang positif COVID-19 sehingga kita bisa menangani lebih awal orang-orang yang berisiko terinfeksi COVID-19 guna mencegah penyebaran berikutnya kepada orang lain,” pungkas Dewa Indra. (dea)

SHARE

Leave a Reply