Tiga Anak Megawati Dengan Tiga Jati Diri

Megawati
Keluarga Ketum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Jakarta, Nuswantara.id – Presiden RI ke-5 Republik Indonesia (RI), Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri atau yang lebih dikenal sebagai Megawati Soekarnoputri memang menyimpan banyak cerita.

Salah satu cerita tersimpan itu adalah tentang anak-anaknya. Mungkin, tak banyak yang tahu bahwa Megawati  memiliki 3 anak dari 2 suami.

Ya, dengan suami pertamanya Letnan Satu (Penerbang) Surindro Supjarso yang merupakan pilot pesawat AURI dan perwira pertama pada Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) Republik Indonesia, Megawati dianugerahi dua orang putra.

Kedua putra itu diberi nama Mohammad Rizki Pratama dan Mohammad Prananda Prabowo.

Setelah Surindro wafat karena kecelakaan pesawat di perairan pulau Biak, Irian Jaya, pada tanggal 22 Januari 1970, Megawati merawat kedua putranya seorang diri.

Hingga akhirnya pada tahun 1973, Megawati menikah dengan Moh Taufiq Kiemas, rekannya sesama aktivis di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dulu. Kelak, bersama Taufiq, Megawati membangun PDI Perjuangan.

Dari pernikahan ini, lahirlah Puan Maharani, yang merupakan anak ketiga dari Megawati dan adalah anak Taufiq satu-satunya.

Ketiga anak Megawati ini pun memiliki pilihan hidup masing-masing.

Puan  mengikuti jejak ibunya dengan terjun ke dunia politik. Puan pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan pada DPR RI untuk tahun 2012 hingga 2014.

Selain itu, selama di DPR, Puan pernah berada di Komisi VI yang mengawasi BUMN, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Puan pernah juga menjadi anggota badan kelengkapan dewan Badan Kerjasama Antar Parlemen.

Kini, dalam pemerintahan Jokowi-JK, Puan mendapat amanat untuk mengemban jabatan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI.

Sementara, Rizki selama ini dikenal sebagai simbol keluarga yang tidak terjun ke politik. Rizki lebih memilih berkiprah di dunia bisnis sebagai pengusaha.

Sedangkan Prananda lekat dengan dunia seni. Dia sangat menyukai aliran musik cadas. Band asal Inggris Iron Maiden menjadi favoritnya.

Maka tak heran apabila Prananda bergabung dengan band rock bernama Rodinda sebagai basis.

Namun, lain dari band rock yang lain, Rodinda selama ini kerap menyanyikan lagu-lagu bertema nasionalisme ajaran Bung Karno.  Vivere Pericoloso dan Bung Karno Bapak Bangsa adalah beberapa contoh lagu Rodinda.

Prananda pun tak hanya berkecimpung di dunia seni. Sebagaimana saudara tirinya, Puan, Prananda juga berkiprah di dunia politik.

Kini Prananda dipercaya sebagai Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi PDI Perjuangan.

Di kalangan elite PDI Perjuangan, Prananda dikenal sebagai “man behind the door”. Tak aneh, sebab beberapa pidato politik sang ibunda Megawati, adalah buah karyanya.

Dan di PDI Perjuangan ini Prananda juga menuangkan bakat seninya. Hymne PDI Perjuangan yang menyemangati kader banteng di seluruh negeri, adalah karya dari Prananda. (gesuri/dea)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here