Tantangan Mentan: Bali Genjot Ekspor Perkebunan

Ist

Bali – Tak dapat dipungkiri komoditas perkebunan kian diminati dunia. Bukan hanya itu, kontribusi komoditas perkebunan berperan penting sebagai penyumbang devisa negara. Dalam kunjungan kerjanya di Bali, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memotivasi para petani dan pelaku usaha pertanian, dengan memberikan tantangan kepada provinisi Bali untuk meningkatkan kualitas produksi dan ekspor sebanyak tiga kali lipat.

 

“Seluruh Indonesia sesungguhnya sangat mempunyai potensi yang sangat besar, jangankan tiga kali lipat, sepuluh kali lipat pun kita miliki. Namun harus dikerjakan dari awal, pasarnya disiapkan dengan baik, minimal untuk aksesnya” ungkap Syahrul saat kunjungan kerjanya ke Provinsi Bali, baru-baru ini.

 

Menurt Mentan, ekspor pertanian optimis bisa meningkat di Bali, karena Bali mempunyai Brand yang luar biasa di kancah dunia. Pada kesempatan yang sama turut dilaksanakan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pertanian dengan Gubernur Bali terkait Komitmen Mendorong Kegiatan Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Ketahanan Pangan di Wantilan Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Denpasar.

 

Salah satu fokus Ditjen Perkebunan, dalam MoU tersebut, mewujudkan tiga kali lipat ekspor komoditas perkebunan pada tahun 2020 – 2024 antara lain untuk kopi, kakao dan kelapa yang berada di Provinsi Bali.

 

Dalam kesempatan ini, Direktorat Jenderal Perkebunan memberikan bantuan berupa Bibit Kopi Arabika sebanyak 700.000 pohon untuk lahan seluas 100 Ha ke kelompok tani Kab Bangli, Buleleng dan Karang Asem; Bibit Kopi Robusta sebanyak 500.000 pohon untuk lahan seluas 50 Ha ke kelompok tani Kab Buleleng dan Tabanan; Bibit Kakao sebanyak 100.000 pohon untuk lahan seluas 100 Ha ke kelompok tani Kab Jembrana; Bibit Kelapa Genjah sebanyak 75.000 pohon untuk lahan seluas 600 Ha ke kelompok tani Kab Jembrana, Buleleng dan Karang Asem; Bibit Cengkeh sebanyak 48.750 pohon untuk lahan seluas 750 Ha ke kelompok tani Kab Buleleng dan Jembrana; dan Sarana pasca panen kopi berupa Solar Dryer 2 unit, Huller 2 unit, Pulper 2 unit, bangunan UPH 2 unit, timbangan 2 unit, washer 2 unit untuk Kabupaten Buleleng dan Badung; serta Sarana pengolahan kakao berupa Solar Dryer 2 unit dan kotak fermentasi sebanyak 14 unit untuk Kabupaten Jembana dan Tabanan. (*/gun)

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here