Peduli Alam, Pergerakan Sarinah Tanam 15 Ribu Bibit Pohon

Pergerakan Sarinah

Jakarta, Nuswantara.id – Pergerakan Sarinah menggelar penanaman 15.000 bibit pohon di kabupaten/kota, kegiatan itu dalam rangka memperingati bulan Pancasila dan halal bihalal. Penanaman itu juga merupakan bentuk kepedulian.

“Memperingati hari lahir Pancasila, kami tak hanya asyik berwacana melainkan mempraktikan langsung,” ujar Sekretaris Jenderal Pergerakan Sarinah Adhi Ayoe Yanti, Sabtu (30/6).

Penanaman dilakukan di sejumlah kota mulai bulan Juni hingga Desember 2018. Kabupaten/kota itu antara lain, Tobasa (Sumatera Utara), Deli Serdang (Sumatera Utara), Bogor (Jawa Barat), Probolinggo (Jawa Timur), Lampung Barat (Lampung), Tulang Bawang Barat (Lampung), Kupang (Nusa Tenggara Timur), Bitung (Sulawesi Utara), Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara), Kediri (Jawa Timur), Majene (Sulawesi Barat), Tapin (Kalimantan Selatan), Muna (Sulwesi Tenggara, dan  Kendari (Sulawesi Tenggara).

Menurutnya, sejatinya peran perempuan dan ibu rumah tangga sangat besar dalam merawat lingkungan. Perempuan sering diasosiasikan dengan ranah domestic, menjadi penjaga gawang dari permasalahan air, energi, pangan, dan sumber daya alam lainnya.

Ibu tak hanya mampu menyeleksi penggunaan produk rumah tangga berazas keberlanjutan, mengajarkan anak-anak menhadi generasi ramah lingkungan, tetapi juga dipaksa menjamin ketersediaan air, pangan, dan hasil alam laiinnya akar kebutuhan keluarga terpenuhi.

Pada kesempatan itu, Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya yang diwakili lewat Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung  sangat menyambut baik inisiatif Dewan Pimpinan Pergerakan Sarinah melakukan penanaman pohon kembali.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mendukung kegiatan ini untuk menggerakkan masyarakat khususnya perempuan dalam menanam dan memelihara pohon produktif yang hasilnya diharapkan akan bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan kita.

“Pohon juga memberi manfaat lingkungan berupa perbaikan iklim mikro, memperkuat tanah dari erosi dan bencana longsor, menyerap emisi karbon serta memberikan nilai estetika bagi lingkungan,” kata Menteri Siti.

Karena itulah, Pergerakan Sarinah terdorong untuk lebih menjaga lingkungan. Setiap kebijakan atau tindakan yang merusak alam, serta merta akan mempengaruhi kondisi rumah tangga yang digawangi perempuan.

Pada kesempatan ini, Menteri Siti mengajak kepada jajaran Pergerakan Sarinah serta seluruh hadirin untuk bersama-sama melakukan penanaman pohon minimal 25 pohon setiap orang selama hidup. Semua orang sebaiknya bersama-sama menjaga dan memelihara pohon yang telah tertanam sehingga dapat bermanfaat maksimal bagi kehidupan.

Pergerakan Sarinah sendiri merupakan organisasi independen yang dibentuk pada 1 Juni 2015. Berbentuk perkumpulan perempuan dengan visi nasionalis, Pergerakan Sarinah bertujuan meningkatkan partisipasi kaum perempuan dalam mewujudkan masyarakat Indonesia berdasarkan ajaran Trisakti Bung Karno. Berlambang bunga sepatu yang mempunyai bunga jantan dan betina, organisasi ini mendorong kerjasama antara laki-laki dan perempuan tidak dalam sebuah hegemoni yang saling menindas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here