Kiai Ma’ruf Beberkan Hubungan dengan Rizieq Shibab

Rizieq Shibab
Calon Wakil Presiden RI nomor urut 01, Kiai Ma'ruf Amin. gesuri.id

Jakarta,Nuswantara.id – Calon Wakil Presiden RI nomor urut 01, Kiai Ma’ruf Amin menegaskan bahwa hubungan dengan Rizieq Shibab (RS) tidak menemui kedala apapun, meski Kiai Ma’ruf mendapngi Jokowi untuk maju Pilpres 2019. Kiai Ma’ruf mengungkapkan RS selama ini mengangap dirinya sebagai guru sekaligus orang tua.

“RS itu tidak pernah ada konflik dengan saya,” ungkap Ma’ruf Amin saat berdialog bersama jamaah Nadhatul Ulama (NU) se-Jakarta Utara di kediamnnya di Jalan Situbondo no 12, Menteng, Jakarta, Senin (12/11).

Kiai Ma’ruf lantas menceritakan bagaimana dirinya menjadi penengah antara RS dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat aksi 212 beberapa waktu lalu. “Yang mendamaikan RS dengan Pak Tito adalah saya. Tito maunya di Masjid Istiqlal, HRS maunya di Thamrin, wah itu berbahaya, karena itu saya sarankan di Monas karena tengah-tengah,” tutur Ma’ruf Amin.

Meskipun sudah diberikan jalan tengah, namun RS tetap kukuh untuk melaksanakan sholat Jumat di Thamrin. Alasannya karena di Monas hanya ada satu pintu, tidak ada water closet (WC), dan dia meminta suara penceramah bisa terdengar hingga ke Gambir.

Alhasil, Kiai meminta semua hal itu dimudahkan oleh Tito dan ternyata disanggupi oleh yang bersangkutan. Dalam kesempatan itu Kiai Ma’ruf sempat menyarankan satu hal kepada peserta aksi 212.

“Terus saya bilang jangan berdiri posisinya, kemudian (jangan) provokasi duduk saja supaya aman. Makanya saya tanya dari pagi sampai sore apa saja, baca witir orasi dan lain-lain, makanya 212 itu aman,” katanya.

Tak hanya itu saja, mantan Rais Aam PBNU ini pula yang menyarankan agar Presiden RI Joko Widodo untuk hadir dalam aksi 212. Namun Jokowi malah ingin hadir pada aksi 411 sebelumnya. Berkat saran dari Kiai Ma’ruf, akhirnya Jokowi hadir di detik-detik terakhir aksi 212.

Lebih lanjut Kiai Ma’ruf mengungkapkan sebenarnya RS memiliki paham yang sama dengan dirinya. Bedanya, apa yang ditempuh oleh petinggi FPI tersebut lebih radikal. “Cuman mereka memang digunakan istilahnya mereka sebagai blower untuk menggerakan, RS kan punya kelebihan itu. kebetulan di dalam gerakan sama dengan mereka, jadi pahamnya sebenernya sama dengan saya,” katanya.(gesuri.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here