Jokowi Minta Pengusaha Muda Hijrah

Pengusaha Muda
gesuri.id

Jakarta, Nuswantara.id – Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) meminta agar para pengusaha muda berhijrah. “Berhijrah dari yang konsumtif menjadi produktif, hijrah dari yang marah-marah ke yang sabar karena sabar dan pekerja keras adalah ciri-ciri HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia),” kata Jokowi dalam acara pembukaan Rapat Kerja Nasional Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) di hotel Fairmont Jakarta, Sabtu (3/11).

Repnas dalam acara itu mendeklarasikan janji mendukung pemenangan pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin. Hadir juga dalam acara tersebut Ketua DPR Bambang Soesatyo dan sejumlah pengusaha yang juga petinggi negara antara lain Budi Karya Sumadi, Enggartiasto Lukito serta sejumlah politikus seperti Pramono Anung dan Maruarar Sirait.

“Hijrah dari yang senang perpecahan jadi yang senang persatuan, hijrah yang dari tadinya seneng monopoli jadi seneng kompetisi jangan mau mendapat proteksi saja, dan terakhir hijrah dari individualis menjadi kolaborasi, kerja sama-sama,” ungkap Jokowi.

Jokowi juga sempat menyinggung divestasi 51 persen saham Freeport yang berhasil dilakukan dalam masa pemerintahannya 2014-2019. “Dipikir 3,5 tahun untuk negosiasi tidak ada tekanan? alotnya negosiasi karena menghadapi tekanan-tekanan, tapi saya sampaikan ke menteri, saya maunya mayoritas, terserah mayoritasnya berapa tapi mayoritas dan setelah 3,5 tahun akhirnya mencapai ‘agreement’,” tambah Jokowi.

Tidak ketinggalan Jokowi memperkenalkan tanda pagar (tagar) 01. “Mengenai tagar kita 01 Indonesia maju, kemudian kalau ketemu salamnya adalah salam 1 jempol seperti ini bukan gini salam satu jempol, kalau tos begini,” kata Jokowi sambil mengangkat ibu jarinya ke atas.

Dalam acara itu, Ketua Nasional Repnas Eka Sastra yang juga merupakan Anggota Komisi VI DPR RI dari fraksi Partai Golkar mengatakan bahwa Repnas akan menjelaskan isu ekonomi kepada publik. “Repnas akan menjadi kader terdepan menjelaskan isu ekonomi kepada publik sebagai pengusaha muda yang merasakan perekonomian saat ini. Para pengusaha lokal tidak hanya menjadi objek pembangunan tapi subjek pembangunan,” kata Eka. (gesuri.id)

Leave a Reply