Jelang Pelantikan, Hasto Ucapkan Terima Kasih ke Nahdliyin

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat bersilaturahmi dengan ribuan santri yang diasuh oleh Ketua Umum PB Nahdatul Ulama, KH Said Aqil Siroj di Pondok Pesantren Al Tsafaqah di Jakarta Selatan, Selasa (8/10). Foto: Gesuri.id/ Elva Nurrul Prastiwi.

Jakarta – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya bersyukur atas dukungan kuat Nahdliyin terhadap keberhasilan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024.

Termasuk dukungan kuat kaum Nahdliyin kepada PDI Perjuangan selama ini sehingga membuat sejarah sebagai parpol pemenang Pemilu dua kali berturut-turut di 2014 dan 2019.

“Kami berterima kasih kepada para kiai kami yang atas doa restu dan dukungan, sehingga Jokowi-Kiai Ma’ruf, pasangan umaro ulama, Oktober nanti akan ditetapkan sebagai presiden dan wakil presiden RI. Kami juga berterima kasih atas dukungan Nahdliyin sehingga PDI Perjuangan dipercaya menjadi pemenang pemilu,” kata Hasto saat bersilaturahmi dengan ribuan santri yang diasuh oleh Ketua Umum PB Nahdatul Ulama, KH Said Aqil Siroj di Pondok Pesantren Al Tsafaqah di Jakarta Selatan, Selasa (8/10).

Baca: Megawati Usulkan Muhammadiyah & NU Masuk Kabinet Jokowi

Hasto hadir bersama sejumlah kader partai diantaranya adalah Gus Nabiel Haroen yang juga Ketua Pencak Silat NU Pagar Nusa, Sekjen Baitul Muslimin Indonesia Gus Falah Amru yang hadir bersama Wasekjennya Rahmat Sahid, dan beberapa anggota DPRD DKI Jakarta.

Pada kesempatan itu Hasto menyatakan bahwa, pihaknya selalu bersyukur karena sejak Indonesia berdiri, persaudaraan kaum Nasionalis dan Nahdliyin sudah terjaga. Kekeluargaannya selalu dekat sejak pertama kali NKRI berdiri, dan menjadi pilar utama negeri.

“Buat PDI Perjuangan, bersama dengan NU itu arahnya jelas, bintang penuntunnya sangat jelas,” pungkasnya.

Selain itu, Hasto juga bercerita soal sosok Presiden Jokowi. Menurutnya, Jokowi mirip seperti Bung Karno yang sosok kesantriannya tak perlu diragukan lagi.

“Dulu Bung Karno pergi ke Uni Soviet untuk mencarikan makam Tokoh Islam Imam Al Buchori. Di tengah fitnah bahwa Soekarno dan PDI Perjuangan anti-Islam, justru proklamator RI itulah yang membangun masjid di bumi paling utara. Dan di bumi paling selatan yakni di Afrika Selatan, mesjid dibangun oleh putri Bung Karno, Megawati Soekarnoputri,” paparnya.

“Nah kini di bawah Pemerintahan Jokowi, maka resmilah ditetapkan Hari Santri. Belum lagi UU Pesantren yang baru diundangkan,” sambung Hasto.

Hasto juga bercerita soal perbincangan Jokowi dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat Pilpres 2014 lalu usai.

“Pak Jokowi tanya ke Ibu Mega, bagaimana menterinya. Yang disebut pertama adalah NU. Ibu Mega mengusulkan NU harus jadi menteri urusan rakyat supaya bisa meningkatkan kesejahteraan Nahdliyin,” ujar Hasto.

Baca: PDI Perjuangan & NU Kolaborasi Tangkal Radikalisme

Pada kesempatan itu, Hasto juga menyampaikan titipan sarung dari Megawati untuk para santri. Sekaligus meminta ijin dan saran dari Kiai Said mengenai pembangunan mesjid di kantor partai itu.

“PDI Perjuangan sekarang sedang membangun mesjid. Kami konsultasi ke Kiai Said bagaimana formatnya yang terbaik,” tandasnya. http://gesuri.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here