Ini Cerita Kembang dari Jembrana, Tak Hanya Gibran

Istimewa

Jakarta (Nuswantara) – Calon Bupati Jembrana dari PDI Perjuangan, I Made Kembang Hartawan mengungkapkan tak hanya Gibran Rakabuming Raka yang berusaha disudutkan karena menjadi calon walikota Solo dari PDI Perjuangan di usia muda.

Namun, lanjutnya, salah satu isu yang sering diserang adalah soal kemampuan.

“Saya tidak heran ketika Mas Gibran diterpa isu kepecayaan menjadi calon wali kota di Solo. Karena ini pernah saya alami di tahun 2004 dulu saya diberikan kepercayaan itu,” kata Pak Kembang, sapaan akrabnya.

Hal itu disampaikannya dalam diskusi yang digelar DPP PDI Perjuangan dengan tema ‘Calon Kepala Daerah Muda Bicara Politik Dedikasi, Motivasi, hingga Respons Politik Dinasti’, yang dilaksanakan secara daring, Jumat (24/7). Acara itu dihadiri Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

Kini Kembang sudah berusia 46 tahun. Namun, saat dia berumur 28 tahun, dirinya sudah maju sebagai calon anggota DPRD Jembrana. Ketika terpilih, dirinya ditunjuk sebagai Ketua DPRD.

Setelahnya, selama dua periode alias hampir 10 tahun, dirinya menjadi Wakil Bupati Jembrana.

“Padahal waktu itu saya masih muda sekali di awal masuk ke DPRD. Belum punya istri dan masih lajang. Namun saya yakin kepercayaan itu bukan semata-mata karena orang tua saya ketua cabang di era tahun 90-an,” kata Pak Kembang.

Ia mengaku berterima kasih atas kepercayaan besar yang diberikan oleh PDI Perjuangan kepada dirinya. Sejak awal, dia merasakan benar bagaimana gemblengan dari partai telah mematangkan kemampuannya dalam berpolitik.

“Luar biasa kepercayaan ini yang diberikan oleh partai kepada saya. Dan saya mengapresiasi, bahwa ini menunjukkan bahwa PDI Perjuantgan adalah partai yang betul-betul wahib melalui proses kaderisasi kepemimpinan yang sampai hari ini terus menjadi tradisi,” bebernya.

Karena itu, bersama para kepala daerah muda lainnya dari PDI Perjuangan, termasuk Gibran, Kembang mengajak agar bersama-sama membuktikan kemampuan di hadapan rakyat.

“Kita lebih muda dan punya energi lebih untuk bisa berbuat kepada masyarakat. Ini yang harus kita perjuangkan bersama-sama,” pungkas Pak Kembang.

Hal sama juga dirasakan oleh Hanindhito Himawan Putra, calon Bupati Kediri yang merupakan putra dari Seskab Pramono Anung Wibowo.

“Memang stigma masyarakat terhadap anak muda maju menjadi calon kepala daerah ini pasti isone opo? Bisa apa? Itu sudah pasti. Stigma inilah yang ingin saya patahkan,” kata Dhito, sapaan akrabnya.

Karenanya, dia mencari gagasan dan inovasi yang bisa menyentuh rakyat secara langsung. Misalnya, di Kabupaten Trenggalek yang kebetulan bupatinya juga kader PDI Perjuangan, dia mengembangkan program ‘Desa Inovasi Tani Organik’.

Dhito juga mengembangkan Desa Inovasi Teknologi yang dicobakan di Tulungagung dan Jombang. Alasannya, wilayah pedesaan dan di sekitar pegunungan memiliki akses yang minim.

“Hal ini nantinya akan dibawa ke Kediri. Dimana setiap desa akan ada WiFi, untuk menyikapi bandara di sana dan untuk destinasi wisata. Karena potensi pariwisata di Kediri ini akan berkembang pesat dengan adanya bandara. Jadi desa-desa ini dipersiapkan terlebih dahulu,” bebernya. (dea/gesuri)

SHARE

Leave a Reply