Hina Umat Islam & Pancasila, Rocky Gerung Harus Ditindak

melecehkan Umat Islam dan Pancasila
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan H. KRH. Henry Yosodiningrat, SH. MH. gesuri.id

Jakarta, Nuswantara.id – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan H. KRH. Henry Yosodiningrat, SH. MH, geram dengan seorang yang selama ini dilabeli sebagai Filsuf, bernama Rocky Gerung. Kegeraman Henry atas Rocky Gerung karena ucapannya yang menghina Umat Islam dan melecehkan Pancasila.

 

“Dari keseluruhan ucapan si Rocky dalam sejumlah video Rocky Gerung yang viral di masyarakat, bisa disimpulkan bahwa ucapan-ucapannya itu memenuhi unsur-unsur perbuatan pidana, yaitu Penghinaan terhadap Umat Islam, dan Penghinaan terhadap Pancasila sebagai Falsafah dalam kehidupan bangsa dan bernegara,” ungkap Henry dalam keterangan tertulis, Rabu (30/1/2019).

 

Ditegaskan Henry, Rocky Gerung selama ini selalu memantik kontroversi dengan ucapannya yang hanya mencari sensasi. Sejatinya, kata Henry, Pancasila 1 Juni 1945, dalam “sila pertama menurut Bung Karno menunjukan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bagi bangsa Indonesia Ketuhanan Yang Maha Esa adalah bintang penuntun utama untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang mengejar kebajikan.

 

“Maksud Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, hendaknya negara Indonesia ialah negara yang tiap-tiap orangnya dapat menyembah Tuhannya dengan cara yang leluasa dan segenap rakyat hendaknya bertuhan secara berkebudayaan yakni dengan tidak ada egoisme agama dan hendaknya negara Indonesia satu negara yang ber-Tuhan,” tegas Henry.

 

“Orang ini (Rocky Gerung) gak paham PANCASILA. Dia gak tau bahwa Sila KETUHANAN Yang Maha Esa itu, makna-nya. Bahwa setiap orang Indonesia HARUS BERTUHAN. Untuk menyebarkan paham Atheis, dia pelintir Makna dari Sila Kedua. Ini berbahaya,” kesal Henry.

 

Henry kembali mengingatkan agar aparat hukum bertindak atas laporan dari sejumlah kelompok yang resah dengan ucapan-ucapan Rocky. “Kalau si Gerung ini dibiarkan “ngomong kotor” seperti itu, saya khawatir  ini akan menjadi “keyakinan” generasi penerus bangsa, dan akan merupakan ancaman bagi bangsa Indonesia, khususnya akan sangat merusak anak cucu kita semua dan mereka akan menjadi Atheis alias tidak  ber-Tuhan,” ucap Henry.

 

Karena itu, lanjut Henry, HARUS dilakukan Penegakan hukum di Negara yang berdasarkan Pancasila ini. http://gesuri.id

SHARE

Leave a Reply