Hari Pertama PKM Denpasar, Tampak Macet di Pos dan Beberapa Kendaraan Terpaksa Putar Arah

istimewa

Denpasar, Nuswantara Bali – Hari pertama penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Denpasar, Bali, memicu terjadinya kemacetan di pintu masuk kota karena ada pemeriksaan oleh personel gabungan.

Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional (Dalops) Dishub Kota Denpasar, I Wayan Tagel Sidarta, mengatakan petugas menyasar pengendara yang tidak memakai masker, tanpa tujuan jelas, dan warga yang hendak mudik atau pulang kampung.

“Kami menyasar yang tak pakai masker. Kalau ditemukan langsung kami minta putar balik. Kalau tidak ada tujuan, putar balik, kalau ada yang mudik atau pulang kampung juga putar balik,” kata Tagel di Denpasar, Jumat (15/5).

Selama 2,5 jam operasi di Pos Penatih, petugas mengambil 53 sampel pengendara yang tidak bisa menunjukkan syarat administrasi seperti surat jalan atau surat tugas. Tiga di antaranya diminta putar balik karena tidak memiliki tujuan jelas dan tidak membawa surat keterangan.

“Sisanya kami izinkan jalan karena pekerjaan mereka jelas, tujuannya jelas, tapi tidak ada surat keterangan. Jadi yang disuruh balik itu yang tidak ada tujuan jelas, tanpa surat keterangan dan tidak menggunakan masker,” terangnya.

Selain itu, ada pengendara diambil secara acak yang diharuskan menjalani rapid test.
Tagel mengakui sempat terjadi kemacetan ataupun kerumunan saat pemeriksaan. Terkait hal tersebut, ia mengungkapkan akan melakukan evaluasi terhadap penerapan PKM hari pertama ini.

“Ini tahap awal dan akan kami evaluasi agar tidak ada kerumunan lagi maka akan kemi periksa secara selektif. Kami akui karena baru memulai jika ada masukan dari masyarakat, kami akan gunakan,” jelasnya.

Terpisah, Kapolresta Denpasar AKBP Jansen Avitus Panjaitan menyebut pihaknya menghalau 24 kendaraan dalam operasi di pos pemantauan Banjar Umanyar, Denpasar, dari jam 07.00-09.00 WITA. Itu terdiri dari 22 kendaraan roda dua dan dua kendaraan roda empat.

Para pengendara itu, katanya, tak membawa surat-surat atau kelengkapan administrasi. Namun demikian, pihaknya tetap mengutamakan tindakan yang humanis.

“Tahap pertama ini masih dalam sosialisasi dan sekali lagi tindakannya itu hanya bersifat sanksi administrasi dan sanksi adat,” kata dia, dikutip dari Antara.

“Sejauh ini, masyarakat Denpasar sudah disiplin tapi masih ada satu dua yang diberikan teguran diberitahukan untuk melengkapi diri dengan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Diketahui, PKM Denpasar akan dilakukan sampai 30 Juni 2020 untuk mencegah penyebaran Virus Corona. Setelahnya tergantung perkembangan situasi. Selama periode itu, warga yang melintas atau memasuki wilayah Denpasar akan diperiksa kelengkapannya. (dea)

SHARE

Leave a Reply