Gubernur Koster Tegaskan Larang Buka Pariwisata dan Pendidikan

PD U-20 tahun 2021

Denpasar (Nuswantara) – Gubernur Bali I Wayan Koster memutuskan untuk tidak membuka akses pendidikan dan pariwisata dalam waktu yang tidak ditentukan. Hal ini disampaikan Koster dalam keterangan pers di Rumah Jabatan Gubernur Bali Denpasar, Senin (8/6).

Menurut Koster, secara umum memang Bali sesungguhnya belum dibuka. Sebab Bali dengan seluruh kabupaten dan kota selama ini memang tidak termasuk dalam 102 kabupaten di Indonesia yang tidak tertular. Semua kabupaten dan kota di Bali tertular Covid-19. Pemerintah pusat mengumumkan 102 Kabupaten di Indonesia yang sudah bisa beraktifitas karena memang tidak tertular Covid19.

Menurut Koster, Bali belum bisa buka akses di pendidikan dan pariwisata karena angka penularan masih terus terjadi terutama transmisi lokal yang dalam beberapa hari ini terus meningkat. “Kita belum bisa buka, apalagi Pendidikan dan pariwisata. Untuk pariwisata sampai saat ini masih berlaku Peraturan Menteri Hukum dan HAM mengenai larangan orang asing berpergian ke Indonesia,” ujarnya.

Koster menyebut, untuk membuka akses pendidikan dan pariwisata harus diperhatikan bahwa Bali harus benar-benar sehat. Hal ini ditandai dengan tingkat kesembuhan yang tinggi, kasus positif menurun, transmisi lokal menurun dan peningkatan kesadaran masyarakat yang tinggi dalam menjalani protokol kesehatan.

Untuk itu Koster melarang membuka akses pariwisata secara ketat, tanpa kecuali. Pendidikan juga tidak boleh dibuka. Hanya rumah ibadat sudah dibuka tetapi Bali membatasi hanya 25 orang saja. Ini berlaku untuk semua agama tanpa kecuali. Seluruh tempat ibadat hanya dibuka untuk 25 orang. “Harus betul-betul kita pastikan Bali sehat, artinya tingkat kesembuhan dan tingkat kita dalam mengendalikan kasus covid-19 ini betul-betul sudah baik.

Sejauh ini arahan dari pusat bahwa pariwisata belum bisa dibuka. Saya sudah menugaskan kepada bupati, walikota dan juga pengelolah objek wisata pantai tidak boleh dibuka untuk wisata. Walaupun kewenangan di kabupaten dan kota tapi sudah ada surat edaran dan himbauan gubernur tidak boleh membuka objek wisata,” pungkas Koster menegaskan. (dea)

SHARE

Leave a Reply