Gubernur Koster: Penambahan Kasus Positif COVID-19 Didominasi PMI yang Baru Kembali dari LN

Gubernur Koster

Denpasar (NUSWANTARAi –  Gubernur Bali Wayan Koster selaku Ketua Gugus Tugas Pelaksana Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali menyampaikan perkembangan dan himbauan terbaru lewat Video Conference di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jaya Sabha, Denpasar, Rabu (8/4).

Gubernur Koster didampingi Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 215 orang, positif COVID-19 sebanyak 49 orang (7 orang WNA dan 42 orang WNI) bertambah 6 orang dari sebelumnya, meninggal 2 orang WNA, pasien sembuh 19 orang dan sampai saat ini pasien yang dirawat 28 orang.

Dikatakannya, lebih dari 20 ribu pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali akan kembali ke Bali dalam beberapa waktu ke depan ini. Mereka adalah PMI asal Bali yang bekerja di beberapa negara namun terbanyak di Amerika Serikat, Italy dan beberapa negara lainnya di Eropa. Mereka lebih banyak bekerja di Kapal pesiar dan beberapa sektor lainnya.

“Ini adalah warga Bali yang semuanya akan kembali ke Bali. Yang sudah kembali sebanyak 6.174 orang. Nanti malam ini, Rabu (8/4), akan tiba di Bali sebanyak 601 orang,” ujar Koster.

Menurut Koster, walaupun PMI itu warga Bali namun tetap dijalankan pemeriksaan di Bandara Ngurah Rai secara ketat. Saat tiba di bandara PMI ini menjalani sejumlah tahapan pemeriksaan, mulai dari pemeriksaan dokumen, koper atau tas, suhu tubuh hingga langsung dijalankan rapid test. Dalam rapid test bila hasilnya negative, maka PMI bisa langsung pulang ke rumahnya masing-masing untuk menjalankan proses karantina mandiri atau isolasi mandiri selama 14 hari.

“Sementara bila dalam rapid test hasilnya positif maka PMI itu akan langsung dibawa ke tempat karantina yang sudah disiapkan oleh Pemprov Bali di empat titik dengan fasilitas lengkap. Setelah di karantina, mereka akan diambil swab untuk test PCR. Bila positif maka mereka akan dirawat hingga sembuh dan tidak akan diizinkan kemana-mana. Bila dalam proses penyembuhan ada yang sakit atau kondisinya terus drop maka mereka akan dibawa ke rumah sakit untuk diisolasi dan dirawat hingga sembuh,” ujarnya.

Sedangkan ribuan lainnya yang hasil testnya negative, menurut Koster saat isolasi mandiri di rumah mereka akan tetap diawasi. “Saya minta kepada Satgas Gotong Royong di tingkat desa untuk mengawasi. Keluarga juga saya minta untuk bekerja sama. Ini demi keselamatan bersama,” kata Ketua DPD PDIP Bali ini.

Ia juga menghimbau kepada warga Bali agar menerima PMI asal Bali dengan baik. Jangan sampai mereka di diskriminasi dan dianggap pembawa virus. Ini juga tugas Satgas Gotong Royong Desa untuk mengatasinya. Bila akhirnya mereka sakit, demam, batuk, pilek dan sebagainya maka petugas segera berkoordinasi dengan puskesmas atau rumah sakit terdekat. (dea)

Leave a Reply