Film ‘Critical Eleven’ Borong Penghargaan Asian Academy Creative

critical eleven
Ist

Film layar lebar ‘Critical Eleven’ memenangkan 3 (tiga) penghargaan di ajang Asian Academy Creative Awards  (Drama Category) 2018, Singapura. Film yang diproduksi Starvision bersama Legacy pictures ini memenangkan tiga penghargaan di antaranya:

 

  1. Best Actress National Winnersoleh pemeran utama Adinia Wirasti
  2. Best Actor National Winnersoleh Reza Rahadian
  3. Best Direction Fiction National Winnersoleh Monty Tiwa dan Robert Ronny

 

“Film ‘Critical Eleven’ adalah film yang personal bagi saya karena kembali menjadi sutradara setelah beberapa tahun absen menjadi sutradara tetapi duduk di kursi produser atau penulis skenario. Saya tidak menyangka apresiasi terhadap film ini cukup tinggi. Best Actress Adinia Wirasti, Best Actor Reza Rahadian, dan Best Directing untuk saya dan Monty Tiwa, jelas sebuah kehormatan mewakili Indonesia,” ungkap Robert Ronny.

Meraih penghargaan sebagai Best Actor, Reza Rahadian mensyukurinya dan berucap, “Untuk saya film ‘Critical Eleven’  adalah film yang sangat personal dan penuh makna.”

Menurut produser Chand Parwez, ‘Critical Eleven’ adalah film kolaborasi. Diproduksi oleh dua production house yaitu Starvsion dan Legacy Pictures; ditulis oleh empat orang penulis skenario: Jenny Jusuf, Robert Ronny, Monty Tiwa, dan Ika Natassa; dua sutradara: Robert Ronny dan Monty Tiwa; dan akting luar biasa oleh kedua pemeran utama.

“Film ini karya kerjasama perdana Starvision dengan Legacy Pictures. Kolaborasi kreatif yang sangat menyenangkan dalam sinerji positif ini menular pada tiap orang. Bagi saya, ini film abadi tentang keluarga  yang mengikat kami sebagai kreatornya, menjadi sebuah keluarga,” tutur Chand Parwez Servia.

“’Critical Eleven’ adalah film yang menyenangkan untuk dibuat karena dukungan yang solid dari pihak Starvision dan Legacy Pictures, penulis-penulis kami, bang Yudi sebagai abang dan D.O.P kami, artistik kami Vida Sylvia, editor kami Ryan dan musik yang indah dari the great Andi Rianto. Dan tak lupa ajang temu kangen dengan sahabat lama saya Robert Ronny, my brother from another mother,” imbuh Monty Tiwa.

Sementara bagi Ika Natassa film ini akan selalu mempunyai tempat tersendiri karena merupakan karya yang menghubungkannya dengan pembaca maupun penonton. “Dan sekarang, dengan mewakili Indonesia di Asian Academy Creative Awards, aku tidak bisa berkata apa-apa kecuali terima kasih telah mengizinkan karya yang dibuat dari hati bisa diapresiasi setinggi ini,” ucapnya.

“Kolaborasi yang luar biasa dengan semua kru dan para pemain pendukung lainnya, menurut saya, adalah resep sukses utama film ini, sehingga banyak ditonton dan diapresiasi pada saat penayangannya di bioskop oleh penonton Indonesia tahun lalu. Saya sungguh terharu dengan dukungan para penonton melalui kehadiran mereka ke bioskop membeli tiket, ditambah semua testimoni positif lewat berbagai platform media sosial.”

“Pada kesempatan ini, saya ingin kembali menyampaikan bahwa apresiasi penonton adalah penghargaan tertinggi bagi kami. Memenangkan 3 penghargaan di kategori drama AAA 2018 mengingatkan saya agar senantiasa berkarya dan menghasilkan yang terbaik karena itulah yang paling penting dalam sebuah proses kreatif. Memenangkan penghargaan merupakan konfirmasi terhadap apa yang terjadi dalam proses kreatif itu,” imbuh Ronny.

Asian Academy Creative Awards (AAA) adalah sebuah lembaga yang berkedudukan di Singapura yang memberikan penghargaan untuk membantu industri kreatif melihatnya sebagai puncak dari peraihan mereka dalam kreasi konten dan produksi media. Penghargaan ini berlaku bagi 20 negara di Asia Pasifik yaitu: Singapura, Thailand, Filipina, Taiwan, Malaysia, Korea, Vietnam, Indonesia, India, Cina, Hong Kong, Australia, New Zealand, Jepang, Kamboja, Laos, Brunei, Sri Lanka, Bangladesh, dan Myanmar.

Ada 49 kategori penghargaan dalam penyelenggaraan pertama di tahun 2018 ini. Namun demikian, memenangkan penghargaan tidak menjadi serta-merta mudah karena pertama-tama sebuah kategori harus lolos atau menang di level nasional dulu, baru kemudian bisa masuk sebagai finalis di tingkat Asia Pasifik. Dan di tingkat ini sebuah kategori harus bersaing dengan finalis dari 19 negara lainnya. AAA didukung penuh oleh Infocomm Media Development Authority Singapura. (http://pik/jayakartanews.com)

Leave a Reply