Curhatan Pasien Positif Corona

Pasien Positif Corona
istimewa

Jakarta (NUSWANTARA) – Pasien corona 01 dan 02 dinyatakan sembuh dan boleh pulang ke rumahnya beberapa waktu lalu. Kedua pasien ini dinyatakan positif corona pada 2 Maret 2020 dan diperbolehkan pulang pada 14 Maret 2020 setelah mendapatkan perawatan di RSPI Sulianti Saroso.

Dia menceritakan awal mula dirinya mengalami tanda-tanda corona pada pertengahan Februari usai datang ke sebuah pesta. Dua hari kemudian dia merasakan gatal di tenggorokan dan demam keesokan disertai dengan vertigo hingga nyeri hingga ke tulang.

Awalnya dia mengira itu hanya sakit biasa, karena sebelumnya Sita, nama pasien, sudah pernah mengalami gejala yang sama di tahun sebelumnya. Selama demam itu Sita hanya mengkonsumsi paracetamol untuk meredakan panas, namun setelah turun suhu tubuhnya kembali meningkat.

Dalam waktu bersamaan, dia juga merasakan ciri-ciri corona lainnya yakni keabnormalan dari indra pengecapnya membuatnya tak bisa mengkonsumsi makanan apapun, kecuali roti.

Setelah melalui pemeriksaan di sejumlah rumah sakit akhirnya dia dan ibunya dipindah ke rumah sakit rujukan corona dan mengalami isolasi di sana.

Dalam kondisinya yang diisolasi di rumah sakit, sayangnya Sita merasakan stress akibat reaksi publik terhadapnya. Padahal, salah satu kunci untuk menumpas corona adalah dengan imunitas yang baik, tapi selama beberapa lama diisolasi Sita justru merasakan tekanan akibat cibiran yang diberikan warganet melalui akun media sosial.

“Kita sejujurnya dalam proses di pindah ke isolasi kita sekeluarga selalu berpikir bahwa the power of conscious mind is important. Jadi kita masih positif thinking kalau Selasa pulang,” kata dia.

Namun tak lama kebocoran data melalui hasil rekam medis miliknya membuat banyak orang yang langsung menghubunginya. Tak hanya itu, nama dan alamat lengkapnya sampai disebar dalam pemberitaan tersebut.

“Pas ini terjadi anxiety gue makin parah dong, dari yang tadinya gue batuk doang dari awal dirawat 27 Februari udah ga ada demam sama sekali, bener-bener batuk doang. Itu saat positif dan orang-orang menghakimi segala macem, immune system gue turun drastis, gue jadi muntah lagi, diare lagi, gemetar lagi, darah tinggi luar biasa,” terangnya.

Tetapi setelah dia mendapatkan suport dari keluarganya dan justru berbagi seluruh kegiatannya selama di rumah sakit. Justru dari situ dia mendapatkan suport dari teman-temannya di akun media sosialnya.

“Dalam posting foto di rumah sakit, dengan kita membantu orang-orang rasanya itu membantu kita juga,” imbuh dia. (dea)

Leave a Reply